Tokoh PPP, Sudarto : Siapapun Yang Akan Pimpin PPP, Harus Dapat Membuat PPP Berjaya di Pemilu 2024

oleh

JATENG, Salah satu tokoh PPP Sudarto, menanggapi positif terkait adanya nama dua tokoh yang akan masuk dalam jajaran pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP), yakni Gatot Nurmantyo dan Sandiaga Uno.

“Sebenarnya wajar-wajar saja bila ada tokoh-tokoh berpengaruh yang akan bergabung di dalam partai politik, termasuk di PPP, karena pastinya, partai politik mengajak tokoh-tokoh berpengaruh untuk bergabung di dalam partai tersebut,” ujar Sudarto saat dihubungi wartawan melalui sambungan telepon seluler, Sabtu (29/8/2020).

Namun katanya, bila ada tokoh yang diperhitungkan untuk menjadi Ketua Umum dalam partai tersebut, harus sesuai dengan mekanisme internal partai dan sesuai AD/ART. Apalagi di PPP, yang akan menjadi Ketua Umum harus terlebih dahulu menjadi pengurus partai.

“PPP saat ini harus memikirkan yang terbaik untuk PPP kedepan dan yang paling penting bagaimana PPP lolos PT (Parliamentary Threshold), oleh karena itu, PPP juga harus terbuka kepada tokoh-tokoh atau figur yang punya pengaruh dan elektabilitas bagus/baik dimata masyarakat itu penting, termasuk pak Gatot dan pak Sandiaga bila masuk di jajaran PPP akan disambut baik. Namun, bila menjadi Ketua Umum harus terlebih dahulu di lihat AD/ART,” ujar Sudarto yang juga tokoh rekonsiliasi dua kubu PPP.

Masih menurutnya, mekanisme yang ada bahwa di PPP sendiri yang akan menjadi pucuk pimpinan di PPP dalam hal ini Ketua Umum harus melalui Muktamar.

“Mengenai akan ada pelaksanaan Mukernas sebelum digelar Muktamar, dikatakan bahwa PPP sudah punya produk hukum, kalau pelaksanaan Muktamar setelah Pilkada sebagaimana keputusan Mukernas sebelumnya atau yang terakhir, tidak perlu Mukernas lagi. Kecuali percepatan waktu, bila Muktamar dilaksanakan sebelum Pilkada, nah itu baru diadakan Mukernas lagi,” imbuhnya.

Menurut pandangannya, bila masuknya tokoh-tokoh yang berpengaruh di dalam PPP adalah hal yang bagus, karena PPP memang butuh orang-orang yang mempunyai kredibilitas dan punya basis massa yang jelas, harus kita rangkul. Namun sekali lagi, bila harus menjadi pimpinan partai dalam hal ini Ketua Umum, harus melalui mekanisme dan AD/ART. Kita akan sangat senang, bila dua tokoh tersebut bisa bergabung di PPP kita sambut dengan tangan terbuka.

“Kita siapkan karpet merah untuk kebesaran PPP. Dengan catatan, kalau mau jadi Ketum harus mengikuti aturan AD/ART supaya tidak ada persoalan di kemudian hari,” ucapnya

Sementara katanya, Gatot Nurmantyo dan Sandiaga Uno itu selama ini belum di PPP, artinya kedua tokoh tersebut masuk dalam kategori yang sesuai dimaksud AD/ART. Dan munculnya tokoh-tokoh ini adalah dinamika partai dan respon positif dari tokoh-tokoh yang ada diluar PPP selama ini.
Artinya PPP masih ‘seksilah’, masih diperhitungkan. Kalau ada tokoh-tokoh yang mau masuk ke PPP, berarti sekali lagi PPP masih diperhitungkan.

“Pastinya tokoh-tokoh senior PPP setuju, apalagi tokoh-tokoh yang akan masuk PPP ada niat baik untuk membesarkan PPP. Saya kira tidak ada yang menolak, semua senang-senang saja. Kita sambut dengan tangan terbuka, termasuk oleh para tokoh PPP. Selama orang tersebut tidak di dalam organisasi terlarang dan yang ideologi mereka tidak bertentangan dengan ideologi dan azas yang ada di PPP,” ucapnya.

Adapun syarat yang paling penting menjadi Ketua Umum PPP akan datang, yakni yang bisa membawa PPP berjaya di Pemilu 2024.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 × four =