Gus Yasin : Siapapun Ketum PPP, Harus Memikirkan Bagaimana dan Apa PPP Nanti di 2024

oleh

JATENG, Dalam beberapa waktu kedepan, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akan menggelar Muktamar IX pada 19 Desember hingga 21 Desember 2020 di Makassar.

Terkait hal tersebut, salah seorang kader PPP yang juga Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kabupaten Jepara, Taj Yasin Maimoen memberikan respon.

Mengenai dirinya yang akan di calonkan untuk menjadi Ketua Umum PPP, masih tergantung teman-teman dan kader-kader maunya apa. Dirinya ingin yang baik saja. Yang baik dari yang terbaik.

“Pada prinsipnya, kalau saya sih mengalir saja. Sementara saat ini belum ada yang bicara visi dan misi kedepan bagaimana? Bagaimana calon memikirkan DPC-DPC maupun simpul-simpul partai perlu juga di rangkul maupun didatangi, seperti kyai, tokoh masyarakat yang selama ini membantu membesarkan PPP perlu diakomodir,” ujar Gus Yasin saat di hubungi, Lensajatengnews.com, Senin (2/11).

Sedangkan, untuk calon dari eksternal sendiri harus memberikan deadline, karena waktu untuk pelaksanaan Muktamar ini kan tinggal 1,5 bulan lagi. Kader-kader dari luar seperti Sandiaga Uno, Khofifah Indar Parawansa ataupun Saifullah Yusuf. Mereka harus diberikan deadline, apakah sanggup atau tidak.

“Saya berharap sih, mereka harus mendaftarkan diri sebagai anggota KTA PPP, artinya itikad baik membesarkan PPP sudah ada. Saya ragu apabila menjelang satu atau dua minggu mereka baru menyatakan siap.

Saat ini juga, hanya memikirkan siapa calon ketua umum, kan bukan itu saja yang dipikirkan.

“Kan perlu ada pertemuan kader-kader yang diusulkan dari DPC maupun DPW itu lebih baik,” ucapnya.

Bagi dirinya, siapapun yang dimunculkan namanya harus memikirkan bagaimana dan apa PPP nanti di tahun 2024, dan juga harus bisa bagaimana merangkul ke atas maupun ke bawah hal ini yang di butuhkan oleh PPP saat ini.

Menurutnya, setelah pilpres dan pileg, PPP cenderung minim kegiatan, pun bila ada kegiatan baru-baru ini saja ketika menjelang Muktamar. Kedepan PPP harus menghidupkan mesin-mesin partai di 34 provinsi dan DPC-DPC.

“Khusus di Jawa Tengah, kegiatan-kegiatan PPP masih rutin. Dan setelah pilpres pun masih banyak kegiatan,” jelasnya.

Dirinya berharap, kegiatan-kegiatan ini ada support dari DPP, karena selama ini kegiatan-kegiatan di daerah minim sekali dihadiri oleh pengurus DPP.

“Tidak perlu ketua umum langsung, sebab DPP bisa mendelegasikan. Karena DPC itu yang diperlukan ya komunikasi. Sebab, DPC lah yang langsung besentuhan dengan kader ataupun pemilih,” ungkap Gus Yasin yang juga Wakil Gubernur Jawa Tengah ini.

Masih Gus Yasin, selama ini, mereka juga jarang sekali di sapa oleh DPP, karena mereka haus sapaan atau perhatian dari DPP.

Uploader : Is. Idris

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *